Si Udin dan Kursi Ajaib

Suatu hari, Udin menemukan sebuah kursi tua di gudang rumahnya. Kursinya kelihatan usang, tapi masih kokoh. Karena penasaran, Udin pun duduk di atasnya. Begitu ia duduk, tiba-tiba kursi itu berbunyi:

"Duduk santai, jangan tegang, ayo kita terbang!"

Seketika kursi itu melayang! Udin panik, tapi juga excited. Ia berusaha mengendalikan kursinya seperti pilot pesawat.

"WOI! Ini kursi atau drone?!" teriak Udin sambil memegang erat pinggiran kursi.

Tiba-tiba, kursinya melesat ke warung sebelah rumahnya dan berhenti tepat di depan gerobak gorengan Pak Joko.

Pak Joko yang sedang menggoreng pisang terkejut. "Astaga, Udin! Kamu dari mana itu? Nebeng kursi terbang?"

Udin yang masih syok cuma bisa nyengir. "Eh, Pak, ini kursi bukan kaleng-kaleng. Bisa auto-order gorengan!"

Pak Joko malah tertawa. "Kalau gitu, kursinya suruh bayar sendiri, ya!"

Belum sempat Udin menjawab, kursinya mendadak terbang lagi—kali ini langsung masuk ke pasar! Orang-orang heboh melihat Udin melayang sambil pegangan erat.

"Udin jadi manusia super!" teriak anak kecil.

"Super apaan, ini kursi error!" balas Udin yang hampir jatuh.

Setelah muter-muter pasar, kursinya akhirnya mendarat dengan mulus di depan rumah Udin. Dengan napas ngos-ngosan, Udin buru-buru bangkit.

"Udah, kursi ini tak simpan lagi. Mending naik motor aja, lebih jelas aturannya!"

Sejak hari itu, Udin tak berani lagi duduk di kursi tua itu. Tapi anehnya, tiap kali ia lewat gudang, ia bisa mendengar suara pelan dari kursi:

"Ayo duduk lagi, gratis keliling kota!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Dunia Tak Lagi Bernyawa